Kamis, 13 April 2017

JAKARTA - Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Yogyakarta, Irwan Taufiq Ritonga, Ph.D mengatakan, tujuan akuntansi publik adalah untuk memberikan pelayanan kepada publik (non profit oriented). Sementara, akuntansi bisnis bertujuan untuk maksimalisasi laba (profit oriented).

Menurut Irwan, karena tujuan pendiriannya berbeda, pasti akuntansinya berbeda. Dikatakannya, beberapa hal yang menyebabkan keduanya berbeda di antaranya motif pendirian dan sumber pendanaan yang berbeda. Selain itu, perbedaan motivasi dan latar belakang pendirian entitas, cara pencapain tujuan entitas, dan sumber pendanaan entitas. Kesemua itu berimplikasi terhadap pengelolaan keuangan entitas publik dan entitas bisnis.

"Aspek pengelolaan keuangan yang terimplikasi, antara lain pada aspek perencanaan dan penganggaran, serta akuntansi yang meliputi akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, maupun analisis laporan keuangan juga berbeda,” kata Irwan pada focus group discusion ‘Kurikulum Akuntansi Keuangan Publik’ yang diselenggarakan Forum Dosen Akuntansi Sektor Publik (FDASP) bekerjasama dengan Jurusan Akuntansi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur di Surabaya.

Guru Besar FEB UGM, Prof. Dr. Abdul Halim berpandangan, akuntansi publik dan akuntansi bisnis berasal dari dua hulu yang berbeda, yang membentuk “sungainya” masing-masing. Oleh karena itu, kata Halim, penggunaan kata “sektor” pada akuntansi sektor publik atau akuntansi sektor pemerintahan seolah mengecilkan akuntansi pada organisasi ini. Fenomena ini seolah-olah menunjukkan akuntansi publik merupakan cabang dari suatu “dunia” akuntansi yang lebih besar.

“Seharusnya penyebutan yang paling tepat adalah akuntansi publik, yaitu dengan menghilangkan kata ‘sektor’. Bahwa, akuntansi publik adalah akuntansi yang memiliki hulu sendiri yang terpisah dari hulu akuntansi bisnis,” kata Ketua Program Magister Akuntansi UGM itu.

Sementara, Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Kompartemen Pendidik, Prof. Dr. Nunuy Nur Afiah mengapresiasi langkah FDASP mengupdate kurikulum akuntansi sektor publik sesuai kebutuhan stakeholder. Dia menjelaskan, kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk program studi sarjana (S1) bersifat general. Meski demikian, program studi di universitas masing-masing dapat menyusun mata kuliah pilihan (konsentrasi) sesuai learning outcome yang ingin dicapainya.

“Saya berharap penyusunan Kurikulum Akuntansi Keuangan Publik dapat menghasilkan rumusan kurikulum yang update dengan kondisi terkini,” kata Guru Besar Universitas Padjajaran Bandung itu.

Diketahui, FGD ini juga menghadirkan narasumber lain, diantaranya Rahmadi Murwanto, Ph.D (STAN),  Dr. Syukri Abdullah (Universitas Syiah Kuala), Prof. Indra Bastian (UGM), Dr. Ihyaul Ulum (UMM), dan Dr. Indrawati Yuhertiana (UPN). FGD ini diikuti oleh 50 dosen dari 50 PTN/PTS di Indonesia.

https://ekbis.sindonews.com/read/1194357/34/akuntansi-publik-utamakan-non-profit-1491361724

Sabtu, 11 Maret 2017

Akuntansi : Ilmu yang digunakan setiap hari dan setiap saat dalam kehidupan di alam semesta ini. Semua mengunakan ilmu akuntansi baik langsung maupun tidak langsung dan malaikat juga mengunakan ilmu akuntansi. Heran bukan malaikat juga mengunakan ilmu akuntansi ketika mencatat amal baik dan amal buruk manusia. Pada dasarnya akuntansi memiliki hanya dua item yaitu debet dan kredit. Debet adalah sesuatu yang diluar masuk ke dalam sedangkan kredit adalah Sesuatu yang didalam keluar/memindahkan keluar. kuntansi ada ketika manusia melakukan barter, oleh karena itu akuntansi merupakan suatu transaksi yang dilakukan oleh manusia yang berkaitan dengan kegiatan/barang masuk dan keluar. Pada zaman nenek moyang transaksi pertama kali yang dicatat dengan sederhana sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saat itu yaitu dengan pencatatan pada kulit kayu, batu dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pada saat itu pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pada tahun 1494 telah diterbitkan sebuah buku yang ditulis oleh seorang pemuka agama dan ahli matematika bernama Luca Paciolo dengan judul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang palajaran ilmu pasti. Di Indonesia praktik akuntansi dapat ditelusuri pada era penjajahan Belanda sekitar 17 (ADB 2003) atau sekitar tahun 1642 (Soemarso 1995). Jejak yang jelas berkaitan dengan praktik akuntansi ddi Indonesia dapat di temui pada tahun 1747, yaitu praktik pembukuan yang dilaksanakan Amphioen Socitey yang berkedudukan di Jakarta (soemarso 1995). Perkembangan akuntansi di indonesia diiringi dengan perkembangan sosial politik serta ekonomi, sebagai berikut : Perkembangan Politik dan Sosial Perkembangan Ekonomi Perkembangan akuntansi Era Kolonial Belanda (1595-1945) ·Belanda menguasai Jawa dan kepulauan lain. ·Islam menjadi agama mayoritas Perusahaan Hindia Belanda (VOC) menguasai perdagangan di Indonesia. Keterlibatan dan aktifitas Pribumi di perdagangan dibatasi dengan ketat. Etnis China diberi hak khususdibidang perdagangan dan transportasi air Belanda mengenalkan akuntansi di Indonesia Regulasi akuntansi yang pertama dikeluarkan tahun 1642 oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda. Regulasi terebut mengatur administrasi Kas dan Piutang (Abdil Kadir 1982) Era Sukarno (1945-1966) Indonesia memperoleh kemerdekaan. Kepemimpinan presiden Soekarni dekat dengan pemerintah Cina (RRC). Tahun 1965 terjadi usaha kudeta oleh komunis yang berhasil digagalkan dan mendorong peran militer. Dominasi perdagangan oleh Belanda dan China mendorong munculnya ketidak adilan di masyarakat. Akhirnya, Indonesia memilih pendekatan sosialis dalam pembangunan yang ditandai dengan dominasi peran Negara. Tahun 1958, semua perusahaan milik Belanda dinasionalisasi dan warga Negara Belanda keluar dari Indonesia. Akademi lulusan Amerika mengisi kekosongan posisi akuntan dan sistem akuntansi dan auditing Amerika dikenalkan di Indonesia. Baik akuntansi model Belanda maupun Amerika digunakan secara bersama. Ikatan Akuntansi Indonesia didirikan tahun 1957 untuk memberi pedoman dan untuk mengkoordinasi aktivitas akuntan. Era Suharto (1966-1998) Suharto menjadi Presiden tahun 1966 dengan pendekatan kebijakan ekonomi dan politik yang konservatif Dibawah kepemimpinan Suharto, pembangunan ekonomi didasarkan pada pendekatan kapitalis. Investor asing didorong dan tahun 1967 dikeluarkan Undang-undang Penanaman Modal Asing yang menghasilkan munculnya perusahaan asing Tahun 1997-1998 Krisis Keuangan Asia menimpa Indonesia dan banyak perusahaan yang bangkrut. Terjadi transfer pengetahuan dan keahlian akuntansi secara langsung dari kantor pusat perusahaan asing kepada karyawan Indonesia dan secara tidak langsung mempengaruhi aktivitas bisnis. Tahun 1973, IAI mengadopsi seperangkat prinsip akuntansi dan standar auditing serta professional code of conduct. Prinsip-prinsip akuntansi didasarkan pada pedoman akuntansi yang dipublikasikan AICPA tahun 1965. Standar akuntansi internasional diadopsi tahun 1995 Era Setelah Suharto (Setelah 1998) Suharto dipaksa mengundurkan diri pada tahun 1998 Indonesia berjuang dari kesulitan ekonomi dan stabilitas sosial. Regulasi diperketat untuk memperbaiki pengungkapa informasi. Akuntansi memiliki bidang-bidang khusus seperti halnya bidang-bidang ilmu lainnya sebagai akibat dari perkembangan dunia bisnis. pertumbuhan ekonomi yang cepat telah mengharuskan akuntan untuk memperoleh keahlian yang tinggi dalam spesialisasi tertentu. Adapun bidang-bidang dari akuntansi yaitu; 1.Akuntansi keuangan (finansial accounting) Akuntansi keuangan adalah bidang bidang akuntansi yang menyediakan laporan keuangan untuk pihak luar perusahaan. 2.Akuntansi biaya (cost accounting) Akuntansi yang menyediakan berbagai informasi kepada manajemen mengenai pengumpulan biaya dan harga pokok produksi, perencanaan dan pengendalian biaya pada periode tertentu. 3.Akuntansi manajemen (management accounting) Akuntansi manajemen diperlukan untuk memenuhi keperluan manajemen dalam melaksanakan perencanaan dan pengendaliaan perusahaan. Informasi akuntansi manajemen tidak didistribusikan untuk pihak luar perusahaan. 4.Sistem akuntansi Sistem akuntansi adalah bidang akuntansi yang mempelajari rancang bangun (desain) prosedur-prosedur untuk pengumpulan, penciptaan, dan pelaporan data akuntansi yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 5.Akuntansi pemeriksaan (Auditing). Akuntansi pemeriksaan adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan pemeriksaan terhadap catatan hasil kegiatan Akuntansi Keuangan yang bersifat pengujian atas kelayakan Laporan Keuangan secara bebas (independen/ tidak berpihak) dan objektif. 6.Akuntansi Perpajakan Bidang akuntansi yang mempelajari peraturan perpajakan dan pengaruh transaksi terhadap peraturan perpajakan dan memberikan pertimbangan atas perencanaan pajak (tax planing) serta memberikan alternatif meminimalkan pajak selama tidak bertentangan dengan peraturan perpajakan yang berlaku. 7.Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting). Bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu serta menganalisa dan mengontrolnya untuk masa yang akan datang. 8.Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting). Akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang memberikan informasi kepada kepala pemerintahan atas unit-unit organisasi pemerintahan mengenai keuangan sehingga dapat dilakukan pengawasan terhadap keuangan negara. Pada era sekarang akuntansi tidak sebatas bidang yang disebut di atas namun akuntansi keprilakuan, akuntansi lingkungan, akuntansi social, akuntansi lalulintas dll. yang telah di kembangkan oleh para pakar akuntansi namun bidang akuntansi tersebut belum di gunakan sepenuhnya di kurikulum sekolah maupun perguruan tinggi. Dari bidang akuntansi di atas bisa fokus pada bidang yang menurut anda cocok untuk dikuasai dalam menunjang kesuksesan di dunia dan kahirat. Untuk lebih memahami akuntansi di harapkan bisa menguasi dasar-dasar akuntansi. Bidang akuntansi apapun yang anda belajar jika dasar akuntansi belum memahami akan mengalami kesulitan yang sangat besar, dasarnya rapuh..ujung-ujungnya juga rapuh. Ilmu akuntansi digunakan oleh kalangan maupun lembaga apa saja di dunia ini. akuntansi ilmu bergunakan bagi manusia dalam mencapai target yang telah di tentukan. Bayangkan apa yang terjadi jika lebih banyak biaya dari pada mamfaat yang kita gunkan. Untuk mengetahui hal tersebut perlu mengunkan ilmu akuntansi. Bagi anda yang menguasi ilmu akuntansi banyak peluang yang anda dapatkan apalagi diberangi dengan kemampuan bahasa inggris dan teknologi. Era globalisasi, akuntansi telah dipandu dengan IT yang dihrapakan kepada siapa saja yang inggin mengeluti dunia akuntansi belajarlah menguasi IT. Hal tersebut sangat menunjang karir anda. Bagi kamu siswa dan mahasiswa yang telah memilih akuntansi sebagai disiplin ilmu dalam menunjang kesuksesan di dunia dan akhirat. Sebagai pencinta akuntansi perlu sahabat menguasi ilmu Agama sebagai landasan hidup di alam semesta, Akuntansi sebagai dasar disiplin ilmu, Bahasa Inggris sebagai dasar komunikasi dengan individu maupun kelompok, Menulis sebagai ajang berbagi dan terakhir IT sebagai media yang komunikasi dan interaksi serta berbagi. Jika anda sudah memilih akuntansi sebagai karir anda, mari perkuatkan Ilmu Agama, yang akan mengontrol dari hal-hal yang menyalahkan aturan, dan semoga mampu menjadi pagar dalam kehidupan sehari-hari.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/amzcse/akuntansi-era-modern_5509112f813311971cb1e2c3

Sabtu, 04 Maret 2017

AMIK BSI Bogor Sukses Gelar Pelatihan Pengenalan Komputer di RPTRA Manunggal Juang Sukapura

    

Masyarakat di RPTRA Manunggal Juang Sukapura mengikuti pelatihan komputer yang diadakan oleh AMIK BSI Bogor. 
 
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR  -- Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika (AMIK BSI) Bogor sukses menggelar pelatihan pengenalan komputer kepada pengelola RPTRA Manunggal Juang Sukapura dan masyarakat yang tinggal di sekitar RPTRA Manunggal Juang Sukapura.



Acara yang dilaksanakan di Aula RPTRA Mnunggal Juang Singapurna, Jalan Manunggal Juang  RT 02/007, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara ini dilaksanakan selama dua hari, 11 dan 18 Februari 2017 pekan lalu.
Kordinator Kegiatan Rachmat Suryadithia mengatakan,  pelatihan ini merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan bagi dosen yaitu melakukan pengabdian masyarakat, selain mengajar dan penelitian.

Rachmat menjelaskan, pada pelatihan kali ini  peserta pelatihan mendapatkan pembekalan materi mengenai pengenalan Microsoft Word dan mengenai penerapan mail-merge. Mereka juga mendapatkan materi tentang  efektivitas pengelolaan data menggunakan Microsoft Excel. Pelatihan itu diberikan  oleh dosen AMIK BSI Bogor  Omar Pahlevi yang dibantu oleh lima  dosen AMIK BSI Bogor lainnya.

Para peserta pelatihan terlihat sangat antusias mengikuti setiap pengarahan dan materi dalam pelatihan pengenalan komputer  itu. “Saya sangat berterima kasih kepada peserta yang telah berkenan mengikuti pelatihan yang kami lakukan ini. Selain itu kami juga berterima kasih kepada Ibu Dian Ofiyanti selaku lurah Sukapura yang telah membantu kami dalam melaksanakan kegiatan pelatihan ini. Kami juga berharap, semoga materi yang telah disampaikan dapat memberikan manfaat bagi para peserta pelatihan,”  ungkap Rachmat.



SUMBER BERITA:
http://www.republika.co.id/berita/trendtek/bina-sarana-informatika/17/02/24/olvalg374-amik-bsi-bogor-sukses-gelar-pelatihan-pengenalan-komputer-di-rptra-manunggal-juang-sukapura

Tepat ditanggal 03 Maret 2017 Bina Sarana Informatika (BSI) mamasuki usia yang Ke-29 th BSI. Acara syukuran ini berlangsung di Wisma lantai 10 BSI Kaliabang Bekasi Utara.
Hadir dalam acara syukuran ini yakni Ketua Yayasan Bina Sarana Informatika, Herman P. Harsoyo beserta Istri, Direktur Bina Sarana Informatika, Ir. Naba Aji Notoseputro beserta Istri, Ka. DPP BSI, Sigit Swasono beserta Istri, Ka.DIP BSI, Surachman Pussung beserta Istri, Ka. Divisi SDM BSI, Efriadi Salim beserta Istriri, Ka. BAKU BSI, Dwi Astuti, Ka. BAAK BSI, Diah Puspitasari, Kepala jurusan, Bagian di BSI, Instruktur dan Dosen Luar biasa.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Taufik Badawi dan Sari Tilawah oleh Instianti eLyana. Sambutan pertama dari Naba Ajii Notoseputro. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh karyawan BSI karena di usia 29 th ini BSI masih tetap eksis. "Alhamdulilah diusia yang saat ini karyawan BSI masih sehat semua, meskipun sudah ada yang dipanggil oleh Allah SWT. BSI bisa eksis sampai saat ini karena karyawan BSI serta pihak-pihak lain yang selama ini terlibat seperti kopertis dan dikti. Beberapa pencapain telah diperoleh oleh BSI seperti alhamdulilah periode kemarin dari 54 prodi dua diantaranya mendapat A dan sosial media award. Dan terakhir harapan kedepan tatangan kita ke depan lebih banyak. Dikti saat ini banyak sekali memberikan peraturan. Harapan saya kedepannya karyawan BSI lebih merapatkan barisan, lebih kerja keras dan berkomitmen," pungkas Naba Ajii Notoseputro.
Setelah itu sambutan selanjutnya dari Herman P Harsoyo dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa kita harus bisa memilah-milah mana berita yang benar dan mana yang salah. "Kalau kita analogikan diusia 29 th manusia ini telah dewasa. Mudah-mudahan diusia yang ke-29 tahun ini Karyawan BSI dapat lebih dewasa, antar karyawan bisa dapat membantu dan antar karwayan dan atasan bisa kompak. Semoga kedepannya lebih dewasa menghadapi negara kita. Jadi kita juga harus bisa memilih berita-berita yang benar atau salah. Apalagi saat ini pertumbuhan ekonomi di Indonesia turun yang menyebabkan lapangan kerja di Indonesia juga turun. Semoga lulusan BSI dapat memperoleh pekerjaan dengan cepat. Dan tentunya di dalam BSI sendiri kita banyak mengambil kebijakan-kebijakan, maka itu saya memohon maaf kepada karyawan BSI apabila ada kebijakan-kebijakan tersebut yang tidak berkenan," ujar Herman P Harsoyo.
Kemudian acara dilanjutkan lagi dengan pemotongan tumpeng. Pemotongan tumpeng yang pertama yakni dari Herman P Harsoyo yang diberikan kepada Istri, dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dari Sigit Swasono yang diberikan kepada istri, Efriadi Salim yang diberikan kepada Istri, Surachman Pussung yang diberikan kepada Istri dan terakhir Naba Aji Notoseputro yang dinberikan kepada istri.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan kultum yang dibawakan oleh Ustad Rahmadi, S.Ag dan dilanjutkan serah terima kendaran operasional yang diberikan oleh Efriadi Salim kepada karyawan BSI yang jumlahnya kurang lebih 30 kendaraan, yang dalam hal ini diwakili oleh Syamsul Bahri. Dalam hal ini Efriadi Salim menyampaikan kepada penerima mobil operasional kendaraan agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. "Mobil dinas yang diterima harus wajib digunakan untuk kegiatan BSI pada khususnya dan harus dijaga perawatannya setiap 6 bulan atau pada jarak 10.000 KM", ujar Efriadi Salim.
Sebelum melakukan sholat Jum'at berjamaah acara dilanjutkan dengan foto-foto bersama dan melihat kendaraan operasional yang diberikan. Sebelum memasuki acara selanjunya para pimpiman dan karyawan makan siang bersama. Tak lama kemudian acara dilanjutkan lagi dengan penandantanganan serah terima mobil operasional yang di berikan langsung oleh Efriadi Salim kepada Biro, Ketua Prodi dan Kepala Bagian. (ana)


Sumber Berita: http://news.bsi.ac.id/bsi/berita-bina-sarana-informatika-mencerdaskan-29-th-anak-bangsa.html#ixzz4aPJABDxd